Rabu, 28 Maret 2012

Biografi Prof. Sajogyo, George JunusAditjondro, danIr. GunawanWiraadi


TugasPraktikum Ke-2                                     Hari/Tanggal   : Kamis, 29 Maret 2012
Mata KuliahSosiologiPedesaan                                  RuangKuliah   : R.K. 16 OFAC 401 E

Biografi Prof. Sajogyo, George JunusAditjondro,
danIr. GunawanWiraadi
AsistenDosen :
RajibGandi, S.Kpm
RismaJunita, S.Kpm
Oleh :
Rika Mutmanah
I34100095


 
BiografiBapak Prof. Sajogyo
Bapak Prof. Sajogyoterlahirdengannama Sri KusumoKamptoUtomo yang sekarangdikenaldengansebutanBapak Prof. Sajogyoyakni Guru besarFakultasPertanianUniversitas Indonesia di Bogor yang dikenalsekarangInstitutPertanian Bogor. Beliaulahir di Karanganyar, Jawa Tengahdanlahirpadatanggal 21 Mei 1926.Iatumbuhdanmenghabiskanmasakanak-kanakhinggaremajanya di beberapakotayaituKaranganyar, Bandung, Cepu, Brabai, Kendiri, Banjarnegara, Purwakarta, Solo dan Yogyakarta mengikutiayahnya yang berprofesisebagaiseorang guru.
Bapak Prof. Sajogyomulaimenitikarirnyasetelahia lulus dariUniversitas Indonesia FakultasPertanian di Bogor (sekarangmenjadi IPB) denganmenjadiAsitenDosenSosialEkonomiPertanian di IPB, membantupenelitianIr. Ten Dam dariBelanda yang melakukanpenelitianpadatahun 1953-1955.Namunsebelumituiatelahmengenaldanbekerjauntukpedesaandaritahun1949. Dalampenelitiannyadengan Ir. Ten, iamulailahmengenalstruktursosialpedesaanantara “kelompok yang memerintah” dengan “kelompok yang diperintah” yang ditandaidenganpenguasaannyaatastanah. Takberhentisampaidisinipenelitian-penelitiannyapunmulaiberkembangdanmelanjutkanpenelitian-penelitiannyakedesa-desa lain denganmendampingi Guru Besar Prof. W. F. Wertheim padatahun 1955-1957. Dari penelitiannyabersama Prof Wertheim Iamulaimenyadaribahwaantaradesasatudengandesa yang lain mempunyaiperbedaandariberbagaisegi. Makadarisinilahmunculpendapatbahwainisiatifharusditumbuhkandaribawah.Seteahpenelitianbersama Prof W.F. Wertheim, Prof. Sajogyomempunyaikesempatanlagiuntukmendampingi Prof. K. J. Pelzer di Sumatra Utara danaktifberkontribusidalampertemuanilmiahmembahasrancanganUndang-UndangPokokAgraria yang kemudiandiluncurkanpadatahun 1960.
Sebelum Prof. Sajogyodiangkatmenjadi Guru BesarFakultasPertanian, Iasempatmencurahkanwaktunyaturutmengajar  diAkademiGizi, Bogor padatahun 1959-1961. Kemudianiadiangkatmenjadi Guru Besar IPB padatahun 1963 dandiangkatmenjadiRektor IPN tahun 1964 kemudiandiangkatmenjadipemimpin IPB padatahu 1965. Bersamaandirinyamenjadirektor, IadimintapemerintahuntukmenjadiketuaBadanKerja Survey AgroEkonomi (SAE) hinggatahun 1972 yang bertugas“mengkajisumber-sumberpertaniandankeadaanmasyarakattani di Indonesia sertamengenaiorganisasi, jasa-jasadan program pemerintah di bidangpertaniandanagraria yang ada (dulu) sampaisekarang, baikdaripusatmaupundaridaerah”.Selainmenjadiketua SAE, beliaupunmenjaditanggungjawabriset “IntensifikasiPadiSawah”, atassatuevaluasiatasrevolusihijau, setahunkemudianiaturutmembidangilahirnya PERHEPI (PerhimpunanEkonomiPertanian Indonesia) danmenjadipenasehat di organisasitersebut.
Padatahun 1972, DepartemenKesehatanmemintanyauntukmemimpin Survey Usaha PerbaikanGiziKeluarga (UPGK). Berjalanselamaduatahun survey inimelibatkanpeneliti-penelitiberbagaiperguruantinggi yang bekerjasamadenganBappenas, dan UNICEF.AtasperhatiannyainilahkemudiaiadinobatkanmenjadiKetuaPergiziPangan Indonesia padatahun 1978 yang berafiliasidengan International Union of Nutrition Science. Dari riset UPGK inilahiamulaimerumuskanpengukurangariskemiskinan yang kemudiandikenalsebagai “GarisKemiskinanSajogyo”. Kemudianpadatahun 1973 iamelakukanevaluasi-kritikterhadaprevolusihijau yang berjudul “Modernization without Development in Rural Java”. Telaahnyamengenaikritikinimenunjukkanbahwarevolusi yang dilakukanhanyamenguntungkankalanganatasdanmerugikankalanganbawah.Selainitu, iapundekatdengandunia LSM, yang kemudianiamendirikan LSM BinaDesa yang eksishinggakini.
Di kampus IPB, iajugadipercayamenjadipendiridandirekturLembagaPenelitianSosiologiPedesaan IPB (1972-1982) atau yang kemudiandikenaldenganPusatStudi Pembangunan-IPB. Dalamlembagainilah, berawaldarikerjasamadenganPemerintah Daerah Sukabumi, dirintislembagarisetperencanatingkatkabupatenterintegrasi (BAPEMKA, 1974-1978) yang kemudiandireplikasimenjadi BAPPEDA di semuakabupaten di Indonesia.
Berbagaipertemuan, baik di level desa, nasional, hinggainternasionalmengenaimasalahpembangunandanpemberdayaanmasyarakatdesa, gizi-pangan, kemiskinan, tanahdanagraria, sertamelaluiberbagaikelembagaaninternasionalmenjadikannyabesardanmendapatbanyakpenghargaan. BeberapapenghargaanituantaralainBintangMahaputraUtana (2009) yang ditandatanganiPresiden RI SusiloBambangYudhoyono, TandaKehormatanBintangJasaUtama (1993) dariPresiden RI Soeharto, danPenghargaanAchmad Bakrie 2009 untukPemikiranSosial (2009).
Bapak Prof. Sajogyomenikahdengan Prof. Pudjiwati yang juga guru besar di IPB danlebihdahuluwafatpadatahun 2002 dantidakdikaruniaianak.HinggapadaakhirnyaBapakSajogyomeninggaldalamkesendiriannya.Diperkirakanbeliauwafatpadausia ke-86 tahun, wafatdikediamannya di Jalan Malabar Nomor 22, Kota Bogor padaharisabtu, 17 Maret 2012. Almarhumdikenaldenganteoridanpemikirannyamengenaimasalahpenanggulangankemiskinan yang berbasispadaberas.

BiografiProf. DR. Sediono MP Tjondronegoro
            Prof. DR. Sediono MP Tjonegoromerupakan guru besarEmiritusSosiologiInstitutPertnian Bogor yang memberikanopinibahwa Indonesia mempunyaikekayaanalam yang melimpahsehinggaparapenjajahberdatanganke Indonesia.Sehingganama Prof. DR. Sediono MP Tjonegorosudahdikenalsejakjamanpertempuranmelawanpenjajah.            
            Padatahun 1963 iaditawarkanuntukmenjadipengajar di banyakUniversitas, namunbeliaulebihmemilihuntuk di IPB denganalasanbahwa IPB dekatdengan Jakarta sehinggaakanmudahberkomunikasidenganpemerintahanpusatjikaadahal-hal yang penting. Iamenyelesaikanpascasarjanapadatahun 1966-1968 di Amerikatepatnya di University of Wisconsin, Madison. SepulangdarisanaiamengajarFisipol UI Jakarta selamaduatahun (1969-1971) danberhasilmeraihgelar DR. Sosiologidenganpredikat cum laude di Universitas Indonesia.

Biografi( Dr.HC) Ir. GunawanWiradi
            Ir. GunawanWiradilahirpadatanggal 28 Agustus 1932 daripasagan R. PujoSastrosupododan R.A. Sumirah.Iamerupakananakterakhirdarisebelas (11) bersaudara, yakni 4 laki-lakidan 7 perempuan. Selulus SMA, Gunawanpergike Bogor dankuliah di FakultasPertanianUniversitas Indonesia yang sekaragmenjadiInstitutPertanian Bogor. Ketikakuliah di FakultasPertanian UI iasempatmenjabatmenjadiKetuaSenatMahasiswaFakultasPertanian UI.
            FakultasPertanian UI memisahkandirimenjadiInstitutPertanian Bogor dandarisinilahIamulaimenitikariermenjadidosen. Iasangatdikenalsebagaisarjana yang tekunmelakukanpenelitianlapangan yang menghasilkantulisan-tulisanilmiah yang menyorotiberbagaimasalahagraria. IamengeluarkanopinitentangAgraris, menurutnyaAgrarisitusangatpelikdansukar, membutuhkanpenelitian yang khususdanhanyaberfokuspadamasalahagrariakarenamerupakanlandasanpertanian. Olehkarenaitu, IPB memberikanIagelarkehormatan  Dr. HonorisCausa.


MaknaKetigaBiografi di atas :
1.      Prof. Sajogyomerupakansosok yang sangat di butuhkanoleh Indonesia yang merupakantombakdarimasyarakatdikalanganbawahuntukdapatmenjadikanmerekaberdayadantidakterlantarkandaripemerintah.Iamampumembuatteori “GarisKemiskinan yang sekarangbanyakdipakaiolehbanyaklembagadandikutifolehbanyak orang. Beliaubukanhanyamengajarkan kami tentangteori-teorimelainkanmampumembuatmata kami terbukabahwauntukmampumempelajariDesakitaharustrurunlangsungkeDesadanmempelajaridenganikutdalamkeseharianmereka.
2.      Prof DR. Sediono MP Tjonegoroseorang yang mampuberjasa di bidangpertanianyaknidalammasalahagraria yang hinggakinimenjadilandasandariberdirinyaInstitutPertnian Bogor (IPB). Beliaumampumembuat kami membukamatabahwasesungguhnya Indonesia memilikikekayaanalam yang sangatluas yang denganlugunyamembeberkanhalinikeluarsehinggabanyak orang sehinggamampumengundangparapenjajahberdatanganke Indonesia. Makadarisinilahsayamengetahuibahwakitaharuskritismana yang sebenarnyamenjadilawandanmana yang sebenarnyamenjadikawandalamkehidupan.
3.      Ir. GunawanWiradiadalahsosok yang sangatberjasadibidangpertaniankhususnyapadamasalahAgraria yang merupakantitiktumpupertanianitusendiri. Beliautelahbanyakmenuliskanberbagaimacamtulisanilmiah yang mampumengatasimasalah-masalahparapolitik Indonesia.

Sabtu, 24 Maret 2012

Mimpiku untuk Masa Depanku


Nama Saya Rika Mutmainah, biasa dipanggil Rika. Sekarang saya masih kuliah di Institut Pertanian Bogor jurusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat yang ada di Fakultas Ekologi Manusia. Hari ini saya ingin berbagi cerita mengenai apa yang menjadi cita-cita saya setelah lulus dan teknologi apa yang akan menjadi teman hidup saya untuk membantu saya bekerja. Saya sekarang masih di semester empat yang insyaAllah akan lulus dua tahun lagi. Amin.
          Saya sudah terlanjur jauh berkiprah di dunia social yang isinya bagaimana meningkatkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bisa membantu mereka untuk dapat keluar dari belenggu kemiskinan. Seperti yang kita tahu bahwa kebanyakan mereka yang miskin berada di Desa-desa. Hal ini diakibatkan karena rendahnya pendidikan, jauhnya informasi, dan lain sebagainya yang inti dari semuanya adalah SDM yang rendah. Mereka sebenarnya mempunyai peluang banyak untuk dapat mengapreasikan diri mereka, sebenarnya mereka mampu dalam segala hal, namun tak ada kesempatan untuk mereka bisa masuk dan berkiprah dalam segala hal. Maka dari itu saya sebagai lulusan dari KPM nanti ingin sekali membuat sebuah perubahan yang tadinya banyak perusahaan-perusahaan yang bisa memperkerjakan banyak orang hanya dengan kertas yang bertuliskan lulusan SMA, MA atau sederajat, saya akan mencoba memperkerjakan banyak orang bukan hanya lulusan SMA atau sederajatnya melainkan membuka pekerjaan ini untuk semua orang yang sedang berada pada usia produktif (usia 15-45).
            Saya akan menjadi seorang wirausaha yang bergelut dibidang sekunder, yakni lebih condong dibagian olahan bahan baku menjadi bahan jadi yang bukan hanya dibantu oleh teknologi melainkan juga membutuhkan jasa manusia sebagai pengoprasi dan penyempurnaan bahan jadi tersebut. Hal pertama yang akan saya lakukan adalah membagi dua ranah. Ranah yang pertama adalah ranah dimana banyak orang sibuk membentuk dan mencetak hasil-hasil produksi yang sering kita sebut sebagai “Pabrik”, sedangkan ranah yang kedua adalah ranah dimana banyak orang sibuk mengolah data, peng-recruitment, dan marketing yang tak lain tempat tersebut sering kita sebut sebagai “Kantor”.
            Lokasi dari dua tempat ini saya akan jauhkan dan bedakan lokasi atau wilayahnya, hal ini dikarenakan supaya antara karyawan dipabrik dengan karyawan yang ada di Kantor tidak saling mempunyai rasa cemburu social dan berharap tidak terjadi ketimpangan social yang benar-benar nyata. Untuk yang dipabrik saya akan mempekerjakan banyak orang yang bebas mempunyai lulusan apapun asalkan mereka mempunyai keinginan yang kuat untuk mau berusaha dan bekerja. Sehingga mereka yang hanya pendidikakannya lulusan SD pun bisa kita pekerjakan.
Karena jarak keduanya jauh maka untuk dapat mendekatkan jarak antara pabrik dan kantor saya membutuhkan suatu teknologi informasi untuk dapat memperlihatkan bagaimana keadaan dipabrik dari berbagai sisi kepada pemimpin dan seorang kontroling yang berada di perusahaan atau kantor. Teknologi ini berupa LCD dengan ukuran layar kurang lebih 39 Inch. Cara beroprasi program ini adalah memperlihatkan gambar-gambar yang kita ambil dari pabrik, contohnya seperti gambar sekelompok orang sedang bekerja, mesin-mesin yang sedang bergerak dan banyak hal lainnya.
Teknologi ini bukan hanya digunakan untuk memantau saja, tetapi juga digunakan sebagai pendeteksi yakni sebagai pengeras suara jika terjadi kejanggalan seperti ada pencurian, kesalahan teknis dalam mesin yang digunakan, dan lain sebagainya yang menyangkut kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam pabrik.  Teknologi ini bukan hanya saya gunakan di kantor untuk memantau melainkan juga saya gunakan dirumah, sehingga ketika saya sakit dan tidak masuk kerja maka saya akan tetap terus memantaunya. Perbedaan alat yang digunakan dikantor dan dirumah adalah jika dikantor hanya digunakan untuk memantau yang dipabrik. Sedangkan yang dirumah bisa memantau kegiatan yang dilakukan dipabrik dan dikantor. Alat ini menggunakan kode dan username penggunanya sehingga tidak semua orang bisa mempergunakannya.
            Sebagai seorang pengusaha layaknya saya akan membutuhkan banyak komunikasi dengan berbagai pihak, baik dengan klien, bawahan, dan berbagai pihak termasuk keluarga dan teman dekat. Maka dari itu bukan hanya alat-alat seperti yang disebutkan diatas, sayapun membutuhkan handphone yang sangat kecil ukurannya seperti ukuran ear-speaker. Handphone yang kecil ini hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi sms dan telepon saja. Bagaimana cara menulis dan membacanya jika handphone-nya saja seukuran ear-speaker??
            Cara penggunaannya cukup menekan tombol aktif saja maka perintah apapun yang akan kita perintahkan akan dimengerti oleh alat tersebut akan dipatuhinya. Misalnya, jika kita mau sms maka kita tinggal tekal tombol on dan mengucapkan “SMS” setelah itu tekan tombol on itu sepanjang kalimat sms yang akan kita kirimkan. Setelah beres kita mengucapkannya maka handphone itu akan mngetikkannya sendiri dan akan mengulagi apa yang kita ucapkan dengan suara handphone itu. Jika kita ingin mngirimkannya maka tinggal pencet huruf On lagi dan kita sebutkan nama orang yang sudah tertulis di handphone itu. Misalnya mau mengirimkan pesan kepada Winda, maka pencet tombol On dan katakan “KIRIM KE WINDA”. Maka secara otomatis Handphone itu akan mngirimkan pesan itu ke handphone milik winda.
            Handphone ini kita namakan dengan small-phone. Bentuk dan ukuran dari small-phone ini kecil hanya bias disimpan di telinga orang yang mnenggunakannya. Bias disimpan di telinga sepanjang hari. Dan diharapkan dari small-phone ini adalah tidak ada radiasinya sama sekali sehingga pengguna yang mengunakannya akan aman.