Nama Saya Rika Mutmainah, biasa dipanggil Rika. Sekarang saya masih kuliah di Institut Pertanian Bogor jurusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat yang ada di Fakultas Ekologi Manusia. Hari ini saya ingin berbagi cerita mengenai apa yang menjadi cita-cita saya setelah lulus dan teknologi apa yang akan menjadi teman hidup saya untuk membantu saya bekerja. Saya sekarang masih di semester empat yang insyaAllah akan lulus dua tahun lagi. Amin.
Saya sudah terlanjur jauh berkiprah di dunia social yang isinya bagaimana meningkatkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bisa membantu mereka untuk dapat keluar dari belenggu kemiskinan. Seperti yang kita tahu bahwa kebanyakan mereka yang miskin berada di Desa-desa. Hal ini diakibatkan karena rendahnya pendidikan, jauhnya informasi, dan lain sebagainya yang inti dari semuanya adalah SDM yang rendah. Mereka sebenarnya mempunyai peluang banyak untuk dapat mengapreasikan diri mereka, sebenarnya mereka mampu dalam segala hal, namun tak ada kesempatan untuk mereka bisa masuk dan berkiprah dalam segala hal. Maka dari itu saya sebagai lulusan dari KPM nanti ingin sekali membuat sebuah perubahan yang tadinya banyak perusahaan-perusahaan yang bisa memperkerjakan banyak orang hanya dengan kertas yang bertuliskan lulusan SMA, MA atau sederajat, saya akan mencoba memperkerjakan banyak orang bukan hanya lulusan SMA atau sederajatnya melainkan membuka pekerjaan ini untuk semua orang yang sedang berada pada usia produktif (usia 15-45).
Saya akan menjadi seorang wirausaha yang bergelut dibidang sekunder, yakni lebih condong dibagian olahan bahan baku menjadi bahan jadi yang bukan hanya dibantu oleh teknologi melainkan juga membutuhkan jasa manusia sebagai pengoprasi dan penyempurnaan bahan jadi tersebut. Hal pertama yang akan saya lakukan adalah membagi dua ranah. Ranah yang pertama adalah ranah dimana banyak orang sibuk membentuk dan mencetak hasil-hasil produksi yang sering kita sebut sebagai “Pabrik”, sedangkan ranah yang kedua adalah ranah dimana banyak orang sibuk mengolah data, peng-recruitment, dan marketing yang tak lain tempat tersebut sering kita sebut sebagai “Kantor”.
Lokasi dari dua tempat ini saya akan jauhkan dan bedakan lokasi atau wilayahnya, hal ini dikarenakan supaya antara karyawan dipabrik dengan karyawan yang ada di Kantor tidak saling mempunyai rasa cemburu social dan berharap tidak terjadi ketimpangan social yang benar-benar nyata. Untuk yang dipabrik saya akan mempekerjakan banyak orang yang bebas mempunyai lulusan apapun asalkan mereka mempunyai keinginan yang kuat untuk mau berusaha dan bekerja. Sehingga mereka yang hanya pendidikakannya lulusan SD pun bisa kita pekerjakan.
Karena jarak keduanya jauh maka untuk dapat mendekatkan jarak antara pabrik dan kantor saya membutuhkan suatu teknologi informasi untuk dapat memperlihatkan bagaimana keadaan dipabrik dari berbagai sisi kepada pemimpin dan seorang kontroling yang berada di perusahaan atau kantor. Teknologi ini berupa LCD dengan ukuran layar kurang lebih 39 Inch. Cara beroprasi program ini adalah memperlihatkan gambar-gambar yang kita ambil dari pabrik, contohnya seperti gambar sekelompok orang sedang bekerja, mesin-mesin yang sedang bergerak dan banyak hal lainnya.
Teknologi ini bukan hanya digunakan untuk memantau saja, tetapi juga digunakan sebagai pendeteksi yakni sebagai pengeras suara jika terjadi kejanggalan seperti ada pencurian, kesalahan teknis dalam mesin yang digunakan, dan lain sebagainya yang menyangkut kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam pabrik. Teknologi ini bukan hanya saya gunakan di kantor untuk memantau melainkan juga saya gunakan dirumah, sehingga ketika saya sakit dan tidak masuk kerja maka saya akan tetap terus memantaunya. Perbedaan alat yang digunakan dikantor dan dirumah adalah jika dikantor hanya digunakan untuk memantau yang dipabrik. Sedangkan yang dirumah bisa memantau kegiatan yang dilakukan dipabrik dan dikantor. Alat ini menggunakan kode dan username penggunanya sehingga tidak semua orang bisa mempergunakannya.
Sebagai seorang pengusaha layaknya saya akan membutuhkan banyak komunikasi dengan berbagai pihak, baik dengan klien, bawahan, dan berbagai pihak termasuk keluarga dan teman dekat. Maka dari itu bukan hanya alat-alat seperti yang disebutkan diatas, sayapun membutuhkan handphone yang sangat kecil ukurannya seperti ukuran ear-speaker. Handphone yang kecil ini hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi sms dan telepon saja. Bagaimana cara menulis dan membacanya jika handphone-nya saja seukuran ear-speaker??
Cara penggunaannya cukup menekan tombol aktif saja maka perintah apapun yang akan kita perintahkan akan dimengerti oleh alat tersebut akan dipatuhinya. Misalnya, jika kita mau sms maka kita tinggal tekal tombol on dan mengucapkan “SMS” setelah itu tekan tombol on itu sepanjang kalimat sms yang akan kita kirimkan. Setelah beres kita mengucapkannya maka handphone itu akan mngetikkannya sendiri dan akan mengulagi apa yang kita ucapkan dengan suara handphone itu. Jika kita ingin mngirimkannya maka tinggal pencet huruf On lagi dan kita sebutkan nama orang yang sudah tertulis di handphone itu. Misalnya mau mengirimkan pesan kepada Winda, maka pencet tombol On dan katakan “KIRIM KE WINDA”. Maka secara otomatis Handphone itu akan mngirimkan pesan itu ke handphone milik winda.
Handphone ini kita namakan dengan small-phone. Bentuk dan ukuran dari small-phone ini kecil hanya bias disimpan di telinga orang yang mnenggunakannya. Bias disimpan di telinga sepanjang hari. Dan diharapkan dari small-phone ini adalah tidak ada radiasinya sama sekali sehingga pengguna yang mengunakannya akan aman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar